Mengenal Gangguan Menelan pada Penderita Stroke

0
910

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan dan kematian di seluruh dunia. Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik oleh pembuluh darah yang tersumbat atau pecah, sehingga sel-sel otak kehilangan oksigen dan nutrisi. Salah satu dari banyak komplikasi stroke yang mungkin terjadi adalah hilangnya atau gangguan kemampuan menelan. Kondisi ini lebih dikenal sebagai disfagia. Disfagia dapat menyebabkan malnutrisi, dehidrasi, dan pneumonia aspirasi, yang secara signifikan berdampak pada kualitas hidup dan pemulihan pasien. Adanya kemajuan terbaru dalam teknik rehabilitasi dan terapi, menawarkan pasien stroke harapan baru untuk mendapatkan kembali kemampuan menelan mereka.

Menilai Gangguan Menelan Pada Stroke

Penilaian fungsi menelan sebaiknya segera dilakukan setelah pasien terdiagnosa stroke. Evaluasi awal melibatkan observasi kemampuan pasien untuk menelan konsistensi makanan dan cairan yang berbeda. Profesional kesehatan menilai tanda-tanda batuk, tersedak, atau perubahan kualitas suara, yang dapat mengindikasikan kesulitan menelan. Jika diperlukan, dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan-pemeriksaan tambahan seperti Videofluoroscopic Swallow Study (VFSS) atau Fiberoptic Endoscopic Evaluation of Swallowing (FEES).

Baca juga: Kapan Sebaiknya Rehabilitasi Pasca Stroke dimulai?

Neuroplastisitas dan Kaitannya dengan Rehabilitasi Menelan

Otak manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi dan mengatur ulang dirinya sendiri setelah terjadinya kerusakan. Fenomena ini, yang disebut neuroplastisitas. Neuroplastisitas merupakan dasar dari banyak teknik rehabilitasi stroke yang bertujuan untuk mengembalikan fungsi yang hilang, seperti menelan. Ketika stroke merusak jalur saraf yang bertanggung jawab untuk menelan, otak berpotensi menciptakan koneksi baru untuk mengkompensasi kehilangan tersebut. Berbagai pendekatan terapeutik bertujuan untuk memfasilitasi proses ini dan meningkatkan fungsi menelan.

Latihan dan Teknik Terapi Gangguan Menelan

Beberapa latihan dan teknik terapi telah dikembangkan untuk membantu pasien stroke mendapatkan kembali kemampuan menelannya meliputi:

Latihan motorik oral: Latihan ini menargetkan otot-otot yang terlibat dalam mengunyah dan menelan, membantu memperkuat dan mengoordinasikannya. Contohnya meliputi penguatan lidah, latihan rahang, dan latihan penutupan bibir.

Manuver menelan: Pasien diajari teknik khusus untuk mengontrol proses menelan, seperti manuver Mendelsohn, yang melibatkan pengangkatan laring secara manual untuk membantu menelan.

Stimulasi listrik: Stimulasi listrik transkutan dapat diterapkan pada otot tenggorokan untuk meningkatkan fungsi menelan. Terapi non-invasif ini telah menjanjikan dalam beberapa penelitian, meskipun diperlukan lebih banyak penelitian untuk memastikan keefektifannya.

Waktu Pemulihan dan Prognosis

Waktu pemulihan untuk mendapatkan kembali kemampuan menelan setelah stroke sangat bervariasi antar pasien. Faktor-faktor seperti tingkat keparahan stroke, lokasi kerusakan otak, dan kesehatan pasien secara keseluruhan dapat mempengaruhi proses pemulihan. Beberapa pasien mungkin mendapatkan kembali kemampuan menelannya dalam beberapa minggu atau bulan, sementara yang lain mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun atau tidak pernah pulih sepenuhnya. Intervensi dini, termasuk latihan rehabilitasi dan terapi, dapat meningkatkan kemungkinan mendapatkan kembali fungsi menelan.

Baca juga: Optimalkan Proses Pemulihan Pasien Stroke dengan Transcranial Magnetic Stimulation (TMS)

Peran tim multidisiplin dalam pengelolaan disfagia sangat penting. Ahli patologi wicara-bahasa, terapis okupasi, ahli diet, dan profesional kesehatan lainnya bekerja sama untuk menilai, mendiagnosis, dan merawat pasien dengan kesulitan menelan. Pendekatan kolaboratif ini memastikan bahwa pasien stroke menerima perawatan dan dukungan komprehensif saat mereka bekerja untuk mendapatkan kembali kemampuan menelan mereka.

Pasien stroke yang mengalami disfagia menghadapi jalan yang menantang menuju pemulihan. Namun, kemajuan dalam teknik rehabilitasi, dikombinasikan dengan kapasitas neuroplastisitas otak yang luar biasa, menawarkan harapan untuk mendapatkan kembali fungsi menelan yang hilang. Dengan intervensi dini dan terapi berkelanjutan, banyak pasien stroke dapat menikmati kesenangan sederhana dari mendapatkan kemampuan untuk makan dan minum kembali.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini