Mitos dan Fakta Tentang Kolesterol

0
52
Foto : Deposit Photos

Kolesterol Tahu Jika Anda Sedang Memiliki Kolesterol Tinggi

Kebanyakan orang dengan kolesterol tinggi tidak memiliki gejala apapun. Beberapa orang mengalami endapan kolesterol berwarna kekuningan pada kulit yang disebut xanthomas. Hal ini biasanya tidak terjadi kecuali kadar kolesterol sangat tinggi.

Banyak orang hanya mengalami gejala ketika mereka memiliki komplikasi dari aterosklerosis, atau penyempitan pembuluh darah. Kolesterol tinggi biasanya menyebabkannya terjadinya kondisi ini.

Semua Kolesterol Adalah Buruk

Kolesterol adalah zat vital yang membantu tubuh berfungsi dengan baik. Hati membuat kolesterol untuk memproduksi membran sel, vitamin D, dan hormon-hormon penting lainnya.

Kolesterol bergerak melalui tubuh pada lipoprotein (kombinasi lipid dan pembawa proteinnya), maka nama untuk dua jenis utama kolesterol:

  • LDL (low-density lipoprotein) sering disebut sebagai kolesterol jahat. LDL yang terlalu banyakdapat menumpuk di arteri, menciptakan plak aterosklerosis dan menyumbat aliran darah. Menurunkan LDL mengurangi risiko stroke dan serangan jantung.
  • HDL (high-density lipoprotein) sering disebut sebagai kolesterol baik. Tipe ini membawa kolesterol kembali ke hati, yang mengeluarkannya dari tubuh. Kadar HDL yang tinggi dapat mengurangi risiko stroke dan serangan jantung.

Kolesterol Bukan Masalah Bagi Anak-anak

Kolesterol tinggi dapat merupakan penyakit genetik. Kondisi ini disebut sebagai hiperkolesterolemia familial. Anak-anak yang memiliki kelainan genetik ini berisiko sangat tinggi terkena penyakit stroke dan jantung. Di seluruh dunia, hiperkolesterolemia familial jarang terdiagnosis dan diobati. Setelah diidentifikasi, anak-anak dengan kondisi ini memerlukan pengobatan agresif dengan obat-obatan.

Kolesterol Tidak Perlu Diperiksa Sebelum Lanjut Usia

American Heart Association merekomendasikan semua orang dewasa berusia 20 tahun ke atas untuk memeriksakan kolesterol mereka (dan faktor risiko lainnya) setiap empat hingga enam tahun selama risikonya tetap rendah. Diskusikan dengan dokter anda untuk menentukan risiko penyakit stroke dan kardiovaskular yang anda miliki.

Orang Kurus Tidak Memiliki Kolesterol Tinggi

Orang yang kelebihan berat badan lebih cenderung memiliki kolesterol tinggi, tetapi orang kurus juga bisa terkena. Periksakan kolesterol anda secara teratur terlepas dari berat badan, aktivitas fisik, dan diet anda.

Kolesterol Tinggi Hanya Terjadi pada Pria

Kadar trigliserida dan kolesterol cenderung akan meningkat seiring bertambahnya usia baik pada pria maupun wanita. Umumnya aterosklerosis terjadi lebih lambat pada wanita daripada pria, akan tetapi penyakit kardiovaskular tetap menjadi penyebab utama kematian pada wanita.

Wanita pramenopause mungkin memiliki perlindungan dari kadar kolesterol buruk (LDL) yang tinggi, dibandingkan dengan pria. Hormon estrogen wanita paling tinggi selama tahun-tahun subur dan cenderung meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Hal ini membantu menjelaskan mengapa wanita premenopause biasanya terlindungi dari serangan stroke atau jantung.

Tetapi kadar kolesterol bisa meningkat pada wanita pascamenopause, meskipun telah menjalani diet jantung sehat dan aktivitas fisik teratur. Jadi wanita yang mendekati menopause harus memeriksakan kadar kolesterol mereka dan berdiskusi dengan dokter tentang faktor risiko dan pilihan terapi yang diperlukan.

Anda Harus Menunggu Permintaan Dokter untuk Memeriksa Kolesterol

Sebaiknya anda bertanggung jawab terhadap kesehatan diri anda sendiri. Dimulai usia 20, mintalah dokter anda untuk memeriksa kolesterol anda, menilai dan memperkirakan risiko anda untuk serangan jantung atau stroke.

Setelah mengetahui risiko anda, anda harus mengambil tindakan untuk menurunkannya. Dokter mungkin merekomendasikan perubahan pola makan dan gaya hidup atau pengobatan. Ikuti semua instruksi dokter dan periksakan kolesterol dan faktor risiko lainnya setiap empat hingga enam tahun selama risiko anda tetap rendah.

Diet dan Aktivitas Fisik Menentukan Kadar Kolesterol Anda

Diet dan aktivitas fisik memang mempengaruhi kadar kolesterol darah secara keseluruhan, tetapi ada beberapa faktor lain yang juga menentukan.

Kelebihan berat badan atau obesitas cenderung meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL). Bertambahnya usia juga menyebabkan kolesterol LDL meningkat. Pada sebagian orang, faktor keturunan mungkin berperan.

Jadi, diet jantung sehat dan aktivitas fisik teratur penting bagi semua orang untuk menjaga kesehatan kardiovaskular.

Perubahan Gaya Hidup Tidak Diperlukan Jika Mengonsumsi Obat-obatan

Obat-obatan dapat membantu mengontrol kadar kolesterol, tetapi merubah pola makan dan gaya hidup adalah cara terbaik untuk mengurangi risiko stroke dan serangan jantung. Untuk menurunkan kolesterol anda, makanlah makanan yang bergizi dan lakukan latihan aerobik intensitas sedang hingga berat minimal 150 menit dalam seminggu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here