Peran Digital Substraction Angiography pada Stroke

2
489

Stroke merupakan salah satu penyakit yang menjadi penyebab kematian dan kecacatan yang tinggi di seluruh dunia. Menurut data dari World Health Organization (WHO), stroke merupakan penyebab kematian ketiga di dunia setelah penyakit jantung dan kanker. Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu, baik karena sumbatan pada pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Dalam penatalaksanaan stroke, diagnosis yang akurat dan cepat sangat penting. Salah satu metode diagnostik yang efektif untuk mengidentifikasi penyebab stroke adalah Digital Subtraction Angiography (DSA).

Apa yang dimaksud dengan DSA ?

Digital Subtraction Angiography (DSA) adalah teknik angiografi yang menggunakan pemrosesan gambar digital untuk menghasilkan gambar pembuluh darah yang jelas dengan mengurangi gangguan dari struktur anatomi di sekitarnya. DSA memungkinkan penglihatan yang jelas pada arteri, vena, dan kapiler, yang memudahkan dokter dalam mengidentifikasi penyebab stroke dan merencanakan penatalaksanaan yang tepat.

Kegunaan DSA untuk Diagnosis dan Terapi Stroke ?

  • Deteksi kondisi pembuluh darah : DSA membantu dokter mengidentifikasi adanya penyumbatan atau perdarahan pada pembuluh darah dengan jelas. Hal ini penting dalam menentukan jenis stroke yang dialami oleh pasien, sehingga dokter dapat merencanakan strategi pengobatan yang tepat.
  • Visualisasi anatomi pembuluh darah : DSA memberikan gambaran yang jelas mengenai anatomi pembuluh darah, yang membantu dokter menilai kondisi pembuluh darah pasien dan mengidentifikasi area yang rentan terhadap stroke.
  • Menilai perfusi otak : DSA juga membantu dokter menilai perfusi otak, atau aliran darah ke jaringan otak. Informasi ini dapat membantu dokter menentukan sejauh mana kerusakan otak yang terjadi akibat stroke.
  • Intervensi endovaskular : Dalam tatalaksana stroke, DSA digunakan dalam prosedur endovaskular, seperti trombektomi mekanik, untuk mengangkat penyumbatan dari pembuluh darah otak. DSA membantu dokter dalam menavigasi kateter dan peralatan lainnya dengan akurat, sehingga meningkatkan keberhasilan prosedur. DSA juga digunakan dalam penutupan pembuluh darah yang robek pada stroke hemoragik, baik prosedur penyuntikan cairan embolik, pelepasan balloon, coil, ataupun stent dalam pembuluh darah. DSA membantu dokter memastikan bahwa bahan-bahan tersebut ditempatkan dengan benar sehingga perdarahan berulang dapat dicegah.

Bagaimana DSA dilakukan ?

DSA dilakukan di ruang khusus yang disebut cathlab. pasien akan diletakkan di atas meja rontgen dengan posisi yang sesuai untuk mengakses daerah yang akan diperiksa. Selanjutnya, dokter akan menyuntikkan zat kontras ke dalam pembuluh darah yang akan diperiksa menggunakan jarum suntik atau kateter. Zat kontras ini akan membantu memperjelas gambar pembuluh darah saat prosedur berlangsung.

Pengolahan citra teknologi digital subtraction akan digunakan untuk menghilangkan struktur yang tidak diinginkan, seperti tulang dan jaringan, sehingga hanya pembuluh darah yang diinginkan yang terlihat. Dokter neurointervensi akan menganalisis dan menginterpretasi gambar yang dihasilkan untuk mengidentifikasi kelainan pada pembuluh darah, seperti penyumbatan atau perdarahan. Informasi ini akan membantu tim medis merencanakan pengobatan yang tepat untuk pasien.

Apakah DSA Aman untuk dilakukan ?

Seperti prosedur medis lainnya, DSA memiliki beberapa risiko yang perlu diketahui pasien. Beberapa kemungkinan risiko yang terjadi saat prosedur DSA antara lain :

  • Reaksi alergi terhadap zat kontras adalah risiko yang paling umum terjadi selama prosedur DSA. Gejalanya bisa berupa gatal-gatal, kemerahan pada kulit, sesak napas, atau bahkan syok anafilaktik yang merupakan kondisi darurat medis.
  • Perdarahan atau hematoma bisa terjadi di tempat penyuntikan atau di sekitar kateter. Risiko ini lebih tinggi pada pasien yang menggunakan obat pengencer darah atau memiliki gangguan pembekuan darah.
  • Cedera pembuluh darah, seperti diseksi atau perforasi, bisa terjadi saat kateter dimasukkan ke dalam arteri. Risiko ini meningkat pada pasien dengan penyakit pembuluh darah yang sudah ada sebelumnya.

Penting untuk menilai manfaat dan risiko prosedur DSA sebelum melakukannya, serta mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk mengurangi risiko komplikasi. Jika anda mengalami masalah kesehatan yang mungkin mempengaruhi prosedur ini, bicarakan dengan dokter anda mengenai opsi yang paling aman dan efektif untuk anda.

Terakhir diperbaharui : 15 Agustus 2022

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini