Berbagai Faktor Risiko Penyebab Stroke

0
96

Dalam pencegahan dan penanganan pasien stroke, sangat penting mengetahui faktor-faktor risiko stroke. Pencegahan stroke pada pasien dilakukan dengan cara mengoptimalkan pengendalian faktor risiko.

Secara umum faktor risiko stroke dibagi menjadi dua, yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi dan yang dapat dimodifikasi. Beberapa faktor risiko stroke yang telah dapat diidentifikasi meliputi :

Faktor Risiko yang Tidak Dapat Dimodifikasi

  • Usia. Dengan semakin bertambahnya umur, maka risiko terkena stroke akan semakin meningkat. Jika umur anda sudah melewati 55 tahun, ada baiknya rutin melakukan brain check up.
  • Jenis Kelamin. Laki-laki memiliki risiko serangan stroke yang sedikit lebih tinggi. Akan tetapi ketika wanita semakin menua, risiko stroke akan semakin meningkat dibandingkan laki-laki.
  • Ras/Suku bangsa. Beberapa penelitian epidemiologi menemukan data dimana orang Afrika memiliki angka kejadian dan kematian yang lebih tinggi dibandingkan orang Asia/Amerika/Eropa
  • Riwayat Keluarga. Apabila keluarga anda memiliki riwayat stroke, maka risiko stroke pada anda akan meningkat. Saat ini peneliti telah menemukan beberapa gen yang menyebabkan stroke.

Faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi

  • Hipertensi. Hipertensi adalah faktor risiko stroke yang paling sering. Berbagai organisasi hipertensi dan stroke dunia telah merekomendasikan untuk melakukan skrining tekanan darah dan penatalaksanaan yang sesuai.
  • Diabetes. Penyakit diabetes meningkatkan risiko stroke. Pemeriksaan serta kontrol gula darah secara teratur sebaiknya rutin dikerjakan.
  • Dislipidemia. Dislipidemia atau gangguan kolesterol merupakan penyebab stroke keempat terbanyak di Indonesia. Pasien dislipidemia sebaiknya melakukan modifikasi gaya hidup serta rajin konsumsi obat penurun kolesterol.
  • Merokok. Bukti dari penelitian-penelitian epidemiologi dengan jelas menunjukkan rokok meningkatkan risiko terjadinya stroke penyumbatan ataupun perdarahan. Setiap pasien stroke sangat disarankan untuk berhenti merokok.
  • Konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol dalam dosis ringan hingga sedang dikatakan memiliki efek protektif terhadap serangan stroke. Sedangkan konsumsi alkohol berat atau berlebih terbukti meningkatkan risiko stroke penyumbatan atau perdarahan.
  • Penyalahgunaan obat. Penggunaan obat-obatan terlarang seperti kokain, ampetamine, ekstasi, heroin meningkatkan risiko stroke. Obat-obatan ini dapat meningkatkan tekanan darah, menyebabkan kerusakan aliran darah serta pembuluh darah.
  • Obesitas. Pada individu dengan berat berlebih dan obesitas, penurunan berat badan direkomendasikan untuk menurunkan tekanan darah dan risiko stroke.
  • Sleep Apnea. Sleep apnea adalah gangguan pernafasan pada saat tidur. Gejala yang paling sering adalah mengorok. Sleep apnea memiliki bukti keterkaitan yang jelas dengan hipertensi. Sleep apnea adalah salah satu faktor risiko yang jarang diidentifikasi dan ditangani pada pasien stroke.
  • Hiperhomosistein. Homosistein adalah asam amino yang berasal dari metabolisme asam amino esensial metionin. Peningkatan kadar homosistein dalam darah meningkatkan risiko terjadinya proses aterosklerotik yang berujung peningkatkan risiko stroke.
  • Hiperkoagulabilitas. Hiperkoagulabilitas adalah gangguan darah yang menyebabkan pembuluh darah mudah mengalami penyumbatan. Gangguan ini dapat berupa penyakit bawaan atau penyakit dapatan.
  • Polisitemia. Polisitemia adalah gangguan peningkatan kekentalan darah. Darah yang terlalu kental menyebabkan gangguan aliran darah yang dapat menyebabkan stroke penyumbatan.
  • Sickle Cell Disease. Penyakit ini adalah kelainan darah yang sering ditemukan pada anak-anak. Anak-anak dengan sickle cell disease direkomendasikan untuk menjalani skrining dengan transcranial Doppler (TCD) mulai usia 2 tahun hingga usia 16 tahun. 
  • Fibrilasi Atrium. Fibrilasi atrium adalah gangguan irama jantung yang dapat meningkatkan kejadian stroke penyumbatan. Setiap pasien berusia > 65 tahun sebaiknya dilakukan pemeriksaan nadi dan EKG untuk melihat adanya fibrilasi atrium.
  • Patent Foramen Ovale. Patent foramen ovale adalah celah yang ada antara dinding atrium kanan dan kiri, sehingga menyebabkan darah mengalir dari atrium kanan dan kiri. Celah ini tidak menutup pada 25% orang dewasa, walaupun tidak menimbulkan gejala. Emboli dari pembuluh darah vena dapat melintasi celah ini dan menyumbat pembuluh darah otak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here